Agus Martoyo seharai-hari adalah seorang guru SMK yang mengampu mata pelajaran Elektronika dan Mesin di SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal dan SMKN 4 Jakarta.
Dia kerap kali mendengar keluhan pengusaha batik yang kesulitan dalam pembuatan pola batik, terutama ketika permintaan pasar tinggi tetapi tenaga pengrajin sangat terbatas.
“Robot itu kami namakan Robotika Machine 7NG-1110. Ini kami buat untuk mempercepat proses membuat pola secara langsung di atas kain tanpa menggunakan alat gambar manual,” kata Agus Martoyo, ketika mengikuti pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) 2011 di Alun-alun Kota Tegal, Minggu.
Menurut dia, dengan bantuan robot tersebut, pembuatan pola batik hanya memerlukan waktu 3 jam atau lebih cepat bila membuat dengan cara manual yang dapat memakan waktu sampai tiga minggu.
Menurut laporan dari AntaraNews, alat tersebut terdiri atas mesin komputer dilengkapi dengan basis vektor dan basis komputer “idea manufacturer” serta sebuah mesin yang berfungsi untuk mengaplikasikan pola batik seperti yang tertera di layar komputer ke lembaran kain, setelah pola terbentuk dibutuhkan software corel draw untuk mempermudah file yang akan dimasukan ke mesin tulis.
“Mesin itu juga dilengkapi dengan tempat untuk menampung cairan malam dengan berat anatara 10-15 gram, sehingga saat mesin dioperasikan maka cairan malam tersebut secara otomatis akan membentuk pola batik dalam kain yang terbentang dengan lebar maksimal 120×150 sentimeter,” katanya.
Alat tersebut berdaya listrik 300 watt dan pengoperasian dikendalikan melalui komputer. Menurut dia cara kerja robot ini sama seperti mesin bordir dan telaj diujicoba oleh sejumlah pengusaha batik di Kota Tegal dan sekitarnya. Rencananya robot tersebut akan dikembangkan lagi dan akan dijual dengan harga Rp40 juta per unit.


0 comments: